Bupati Badung AA Gde Agung di Mangupura, Rabu, menjelaskan bahwa dari tahun ke tahun, Bali terutama Badung, selalu menjadi tempat pertemuan tingkat tinggi, baik skala nasional, regional maupun internasional.
"Tentunya kegiatan semacam itu membutuhkan dukungan sarana prasarana, baik akomodasi wisata maupun gedung pertemuan yang dapat menampung ribuan orang," katanya saat beraudiensi dengan Dirut PT Nusa Dua Indonesia Danny Budiharto dan Dirut BTDC Made Mandra.
Bupati berharap, gedung tersebut dibangun dengan menggunakan arsitektur Bali dan mengedepankan filosofi Tri Hita Karana dan Tri Angga. Kedua filosofi yang mencerminkan keserasian manusia dengan sesama, alam dan Tuhan itu merupakan ciri khas tersendiri bagi masyarakat Bali.
Asisten Pemkab Badung Bidang Ekonomi dan Pembangunan Wayan Suambara mengungkapkan bahwa keberadaan gedung pertemuan yang ada di Badung saat ini hanya memiliki kapasitas 3.000 kursi, sedangkan pertemuan internasional biasanya membutuhkan lebih dari 5.000 tempat duduk.
"Karena itu, keberadaan 'convention hall' yang ada sekarang kurang memadai. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Badung mengundang para investor untuk melakukan investasi membangun tambahan convention hall ini," katanya.
Apalagi, katanya, pada 2011, Bali, khususnya Kabupaten Badung, akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT Asean dan pada 2013 Badung juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi APEC. Informasi terbaru menyebutkan bahwa Badung juga akan menjadi tuan rumah pemilihan Miss World pada 2014.
Sejalan akan dilaksanakannya sejumlah kegiatan tersebut, katanya, maka keberadaan investor seperti PT Nusa Dua Indonesia sangat merespon harapan Bupati Badung untuk membangun gedung pertemuan secara khusus, tanpa diikuti dengan pembangunan hotel atau kamar.
Dirut Nusa Dua Indonesia Danny Budiharto menyampaikan, gedung itu akan mulai dibangun Agustus 2010 di atas lahan 6,9 hektare. Pembangunan itu diperkirakan memakan waktu satu tahun sehingga diharapkan rampung pada Agustus 2011.
"Dari segi pembangunan, kami akan menggunakan arsitektur Bali dengan konsep Tri Hita Karana dan Tri Angga. Selain menyediakan 7.000 kursi, gedung ini ditambah juga dengan ruang pertemuan tanpa kamar penginapan," katanya.
Selain itu, juga akan tersedia lahan parkir kendaraan yang sangat luas dengan tamannya yang didominasi pepohonan hijau, ujarnya. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.