"Peningkatan tersebut didorong oleh delapan sektor ekonomi di luar sektor jasa-jasa yang mengalami kontraksi, yakni pertumbuhan negatif sebesar 1,07 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ida Komang Wisnu di Denpasar Selasa.
Jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/y on y) PDRB Bali mengalami peningkatan sebesar 4,15 persen.
Hal itu, kata dia, berkat kontribusi dari seluruh sektor perekonomian dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor jasa yang mencapai 9,86 persen.
Ida Komang Wisnu menjelaskan besaran PDRB Bali didasarkan atas harga yang berlaku pada triwulan I periode Januari-Maret 2010 mencapai Rp15,34 triliun, sementara atas dasar harga konstan mencapai Rp6,73 triliun.
Dari sisi penggunaan, PDRB diarahkan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga sebesar 59,43 persen, konsumsi lembaga swasta nirlaba 0,82 persen, konsumsi pemerintah 10,88 persen, pembentukan modal tetap bruto 26,42 persen, perubahan inventori 0,34 persen, dan ekspor neto 3,28 persen.
Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q to q), lanjut dia, hanya pengeluaran konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto, dan perubahan inventori yang mengalami pertumbuhan positif, yakni masing-masing sebesar 5,35 persen, 101,01 persen dan 97,73 persen.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.