"Badan jalan yang ikut tergerus akibat kikisan ombak yang dahyat mencapai sepanjang sepuluh meter," kata salah seorang warga setempat Made Wijaya, Jumat.
Ia mengatakan, jalan yang terkena abrasi itu sebenarnya sudah cukup lama, namun kondisinya semakin parah sejak sebulan terakhir.
"Kami berharap segera ada penanganan, kalau tidak jalan bisa putus," ujarnya.
Padahal jalan tersebut termasuk jalan utama dan merupakan jalan lingkar Nusa Penida.
Wijaya sendiri langsung menyempaikan kerusakan jalan tersebut kepada Bupati Klungkung Tjokorda Gede Agung.
Bupati yang saat itu kebetulan sedang berada di Nusa Penida dalam rangka pelantikan Perbekel Tanglad, Nusa Penida. Tjok Agung langsung mengajak Kadis PU Klungkung AA Ngurah Agung untuk memantau jalan tersebut dengan didampingi Kabag Humas dan protokoler Pemkab Klungkung Wayan Parna, Camat Nusa Penida Ketut Sukla dan salah satu wakil rakyat asal Nusa Penida, Ketut Suwerni.
Bupati Tjokorda Gede Agung memerintahkan Kadis PU melakukan kajian dan segera turun ke lapangan.
"Pak Bupati minta agar Selasa sudah ada laporan seperti apa solusinya," ujar Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Klungkung Wayan Parna.
Bupati Tjokorda Gede Agung juga minta jika bisa dianggarkan pada APBD induk 2014 agar dipasang untuk anggaran penyenderan sepanjang 500 meter.
Penyenderan itu diharapkan bisa meredam abrasi dan gelombang yang cukup keras, sehingga jalan utama itu bisa terselamatkan dari abrasi.
Kalau itu tidak bisa dilakukan Bupati Tjok Agung akan berjuang ke pusat untuk mendapat bantuan penyenderan. Kondisi jalan tersebut memang sudah mengkhawatirkan. Jika dibiarkan bukan tidak mungkin jalan akan putus total. (WRA)
Pewarta: Oleh I Putu Puspa Artayasa: I Gede Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.