Rombongan yang dipimpin Ketua Persaudaraan Hindu Muslim Bali (PHMB) Anak Agung Ngurah Agung itu berangkat ke Jombang dengan menggunakan empat bus dari Denpasar pada Sabtu (15/5) dini hari.
"Kami dari berbagai agama di Bali ingin berziarah ke makam tokoh panutan kami di Jombang. Ini niatan yang sudah lama, tapi baru teralisasi sekarang," kata Ngurah Agung yang juga tokoh dari Puri Gerenceng-Pemecutan, Denpasar.
Ia mengemukakan bahwa kedatangannya ke Jombang itu merupakan wujud kecintaannya pada sosok K.H. Abdurahman Wahid atau Gus Dur yang dikenal selalu membela kaum yang lemah. Mereka akan mendoakan tokoh idolanya tidak hanya dari Bali, tetapi juga di dekat pusaranya.
"Kami juga akan melakukan perenungan mengenai sepak terjang dan pemikiran Gus Dur yang harus terus diperjuangkan di muka bumi ini, khususnya di Bali. Gus Dur kami nilai sebagai tokoh yang mampu menampilkan agama yang mendamaikan," katanya.
Menurut dia, sikap Gus Dur harus ditiru oleh tokoh-tokoh lain dalam menyikapi perbedaan atau kebinekaan di negeri ini. Gur Dur telah mengajarkan bahwa semua manusia memiliki hak yang sama di negeri ini untuk menjalankan keyakinannya.
Selain melakukan ziarah ke makam Gus Dur, rombongan tersebut juga mendatangi sejumlah situs bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit di Jatim serta ke Pesantren Metal di Pasuruan, Jatim.
"Di beberapa tempat itu kami akan terus menempa diri untuk menampilkan sikap toleran. Kami tidak lama di Jombang dan diperkirakan, Minggu (16/5) sudah kembali ke Denpasar," katanya.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.