Denpasar (Antara Bali) - Panitia Festival Internasional Bahasa Bali atau International Festival of Balinese Language menerima sekitar 70 karya kanvas yang disertakan dalam kompetisi Baligraphy untuk memeriahkan kegiatan tersebut.

"Kegiatan perdana itu melibatkan utusan dari sembilan negara dan berlangsung hampir sebulan, 8-30 Nopember 2013," kata Dr HC Nyoman Gunarsa, penggagas kegiatan tersebut yang juga pendiri dan pemilik Museum Gunarsa di Klungkung, Kamis.

Didampingi panitia pelaksana Drs I Gede Nala Antara dan Prof Dr I Gusti Made Satjaya dan Nengah Medera, ia mengatakan, kegiatan yang baru pertama kali digelar itu melibatkan utusan dari sembilan negara.

Kesembilan negara peserta yang diundang tersebut antara lain Australia, Belanda, Italia, Switzerland, Prancis, Belgia, Amerika Serikat, Jepang, dan India serta tuan rumah.

Nyoman Gunarsa yang membiayai secara swadaya seluruh rangkaian kegiatan tertaraf internasional, namun khusus peserta lomba Baligrapy kebanyakan berasal dari Bali dan beberapa di antaranya dari Yogyakarta.

Kompetisi tersebut mengusung tema "Makuta Mandita" (memuliakan) aksara Bali, sebagai langkah kongkrit yang berlaku untuk umum dan bersifat internasional.

Peserta wajib menyerahkan riwayat hidup (auto biographi), karya seni yang merujuk pada bentuk-bentuk aksara Bali dan bisa dibaca.

"Semua itu bertujuan menghidupkan nilai-nilai sastra Bali, mencakup filsafat Tri Hita Karana, Rwa Bhineda, Tat Twan Asi, Asta Berata," tutur Gunarsa.

Ia menambahkan, ekpresi aksara bebas, sesuai cita rasa pencipta, memiliki unsur harmoni. Bentuk karya bebas, bisa di atas canvas, kertas, kayu, metal, dengan bahan pewarna cat minyak, cat air, pastel, tinta dan perada emas/perak.

Ukuran karya seni maksimal satu kali satu meter dan penyerahan kepada panitia paling lambat 31 Oktober 2013.

Seluruh karya seni yang diseleksi panitia itu akan dipamerkan di Museum Seni Lukis Klasik Bali di Takmung, Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, 8-30 Nopember 2013, tutur Nyoman Gunarsa.

Untuk itu Museum Seni Lukis Klasik Gunarsa menyediakan total hadiah sebesar Rp110 juta untuk para juara kompetisi Baligraphy.

Para juara penulisan aksara Bali selain memperoleh hadiah berupa uang tunai juga penghargaan bergensi yang diberi nama "Aji Sewaka Nugraha.

Juara pertama kompetisi Baligraphy menerima "Aji Sewaka Nugraha" Award dan uang tunai Rp 50 juta, juara kedua Rp35 juta dan juara ketiga Rp25 juta masing-masing beserta "Aji Sewaka Nugraha" Award.

Dewan juri terdiri antas unsur akademisi, budayawan dan seniman selaku yang terdiri atas Prof Dr Dwi Marianto, mantan Direktur Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Dr Made Bendi Yudha, Dosen ISI Denpasar dan Gunarsa sendiri (Maestro). (*/ADT)


Pewarta: Oleh I Ketut Sutika
: I Nyoman Aditya T I

COPYRIGHT © ANTARA 2026