"Bali tak hanya sebagai tujuan wisata tetapi juga berkontribusi untuk perdamaian dunia. Itu citra yang baik bagi Bali," ujar Pastika, di Denpasar, Senin.
Menurut dia, dalam perhelatan tahunan itu, Bali ingin memberikan kontribusi kepada dunia terkait isu demokrasi dan perdamaian yang bisa dibagi kepada negara lain yang telah menerapkan demokrasi ataupun negara yang ingin menerapkan sistem demokrasi.
Apalagi, kata dia, dengan didirikannya "Institute for Peace and Democracy" (IPD) di Universitas Udayana yang diresmikan pada tahun 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, diharapkan menjadi kajian bagi generasi muda untuk mengkaji terkait perdamaian dan demokrasi dunia.
"Bali juga ada 'Institute for Peace and Democracy' (IPD), jadi ini bisa menjadi kajian dalam berbagai hal terkait perdamaian dan demokrasi dunia," ucapnya. (DWA)
Pewarta: Oleh Dewa Wiguna: Dewa Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.