Denpasar (Antara Bali) - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali I Gde Sumarjaya Linggih mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali mencapai enam persen, di atas rata-rata pertumbuhan nasional.
"Pertumbuhan ekonomi Bali tersebut sebagian besar digerakkan oleh pelaku usaha dari luar daerah ini. Sedangkan masyarakat lokal, sepertinya terpinggirkan dalam kegiatan ekonomi," kata Sumarjaya Linggih di Denpasar, Jumat.
Pada pelantikan pengurus Kadin Bali periode 2010-2015, ia mengatakan, kenyataan tersebut membuat Kadin Bali miris melihat persoalan yang dihadapi masyarakat Bali.
"Karena itu, partisipasi pengusaha lokal perlu dibangkitkan dan digerakkan, sehingga perannya mampu sejalan dengan pengusaha dari luar Bali," ucapnya.
Ia memperkirakan kontribusi pengusaha lokal hanya 10 persen saja. Itu artinya, kata dia, sekitar 90 persen masyarakat Bali termarginalkan dari kegiatan ekonomi.
"Meski pertumbuhan ekonomi Bali di atas rata-rata nasional, hal ini sebenarnya merupakan 'malapetaka', karena pertumbuhan ini tidak ditopang peranserta pelaku usaha lokal," kata Sumarjaya Linggih yang juga anggota DPR RI.
Dia mengakui saat ini banyak kelemahan yang dimiliki pengusaha lokal, terlebih dalam menghadapi perdagangan bebas.
Melihat itu, ia menekankan pengusaha lokal perlu kerja sama dengan berbagai pihak agar bisa bersaing di kancah global tersebut.
"Banyak kelemahan pengusaha lokal saat ini. Seperti dalam hal berbahasa asing, intelektualitas dan akses jaringan global. Pelaku usaha perlu melakukan sinergi dengan pihak lain, seperti pelaku usaha di daerah lain yang telah membangun jaringan dan modal," ucap pria asal Kabupaten Buleleng itu.
Ia mengatakan, saat ini jumlah pengusaha Indonesia baru mencapai sekitar satu persen. Idealnya, jumlah pengusaha sekitar dua persen dari populasi penduduk.
"Untuk itu, kami berharap pemerintah dapat mendukung dan membuat kebijakan yang propengusaha," ujarnya.
Sebagai langkah awal, kata dia, Kadin Bali sudah menjalin kerja sama dengan Kadin seluruh provinsi di Indonesia dalam upaya memperluas jaringan antarpengusaha di tanah air.
"Kerja sama ini sangat penting untuk membangun jejaring, karena dalam perekonomian global diperlukan jejaring yang kuat," kata Sumarjaya Linggih menambahkan.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.