Negara (Antara Bali) - Sejumlah warga di dua dusun Desa Yehembang, Kabupaten Jembrana, mengancam akan melakukan demontrasi ke PDAM setempat, karena sebagai pelanggan merasa dirugikan.
"Sebagai pelanggan PDAM kami kecewa, karena sudah tiga bulan ini air sama sekali tidak mengalir. Untuk memperoleh air bersih, kami harus ke hulu sungai yang jaraknya sekitar lima kilometer," kata Putu Pariastri, salah seorang warga, Minggu.
Menurutnya, meskipun aliran airnya macet, petugas PDAM tetap menagih pembayaran kepada pelanggan di Dusun Kaleran dan Wali, Desa Yehembang.
Ketut Pamiya Sari, warga lainnya mengatakan, ada yang aneh dalam tagihan rekening PDAM, karena berapapun air yang digunakan warga, mereka dikenai tarif Rp21 ribu setiap bulannya.
"Kalau dihitung sebagai konsumen kami rugi, karena air dari PDAM sangat jarang mengalir. Sekarang saja sudah sekitar tiga bulan mati total," katanya.(GBI)
Pewarta: Oleh Gembong Ismadi: Gembong Ismadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.