"Kami dengar dia mendapatkan bedah rumah dari anaknya. Padahal keluarga tersebut, tidak masuk dalam daftar KK miskin di desa ini," kata Nengah Suara, salah seorang warga, Senin.
Menurutnya, bedah rumah di Dusun Pendem tersebut diperoleh dari Pemerintah Provinsi Bali, dengan anggaran Rp25 juta.
Ia menilai, seharusnya program bedah rumah mengutamakan warga yang masuk KK miskin, karena jumlah mereka cukup banyak di desa tersebut.
Kepala Dusun Pendem, Made Wartawan saat dikonfirmasi mengatakan, Ketut Sudika mendapatkan bedah rumah dari Agus Diartana, anaknya.
"Saya juga tidak tahu, kenapa keluarga tersebut yang mendapatkan program bedah rumah ini. Saya tahu, saat bedah rumah tersebut mulai dilaksanakan," katanya.(GBI)
Pewarta: Oleh Gembong Ismadi: Gembong Ismadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.