Denpasar (ANTARA) - Bali International Hospital Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur resmi meluncurkan teknologi operasi saluran cerna robotik di tahun pertama mereka beroperasi.

“Kami baru saja merayakan hari jadi peresmian tahun pertama kami, saya merasa ini tonggak sejarah yang luar biasa karena masih sangat muda untuk dapat melakukan operasi robotik,” kata President Director & CEO Bali International Hospital Dr. Noel Yeo di Denpasar, Selasa.

Setelah pada 25 Juni 2025 Presiden Prabowo Subianto meresmikan rumah sakit tersebut, pada Senin (29/6) kemarin mereka resmi melakukan operasi saluran cerna robotik perdana di Bali dan Indonesia Timur dengan tindakan pengangkatan kantung empedu.

“Kemarin itu tonggak sejarah pertama kami, dan hari ini kami memiliki tonggak sejarah kedua, jadi di BIH kami berhasil melakukan prosedur kombinasi robotic-assisted pertama di Indonesia yang mencakup dua operasi yaitu pengangkatan tumor adrenal ditambah pengangkatan kantung empedu, hal ini belum pernah dilakukan di Indonesia sebelumnya,” ujar Noel.

Sebagai sebuah kawasan ekonomi khusus kesehatan besutan Kementerian BUMN, ia ingin menyampaikan bahwa ekosistem layanan kesehatan Indonesia sudah semakin maju.

Dalam satu tahun mereka terus menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional yang lebih dekat bagi masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi unggulan layanan kesehatan dan wisata medis di kawasan Asia-Pasifik.

“Kami ingin menjadi tempat dimana masyarakat Indonesia dapat memilih untuk datang berobat bahkan sebelum memikirkan Malaysia atau Singapura, kita memiliki banyak dokter bedah hebat dan dokter muda, saya percaya bahwa Indonesia tidak kekurangan bakat, apalagi negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara,” kata Noel.

Dokter Spesialis Bedah Digestif BIH KEK Kesehatan Sanur Dr. I Made Mulyawan, MD, PhD menambahkan operasi robotik ini sudah terkenal di negara-negara maju sehingga penting untuk hadir merata di Indonesia.

Teknologi ini mampu menjalankan pembedahan dengan lebih presisi, minim invasif, dan masa pemulihan lebih singkat, sehingga kembali lagi bahwa tujuannya untuk memberi manfaat lebih besar bagi pasien.

Dalam simposium ini diperkenalkan Edge® MP1000 Multi-port Endoscopic Robotic Surgical System dari Edge Medical yang digunakan untuk mendukung demonstrasi operasi secara langsung.

Dalam prosesnya, dokter ahli tetap didampingi tim yang terdiri dari anestesi, bedah, dan perawat, namun tangan cekatan mereka tidak berada di tubuh pasien melainkan di mesin konsol, dan robot yang akan menjalankan perintah.

“Perbedaan operasi yang lama dengan operasi robotik di tingkat presisinya, lebih presisi dengan robot, lebih jelas dan teliti jadi keputusan dokter lebih tepat, hasilnya lebih baik kami kerjakan operasi bisa kurang dari 1 jam, ini bisa dilakukan di hampir semua operasi, di perut, di dada, di rongga dada, operasi perkencingan, operasi kandungan juga bisa,” tutur Dokter Mulyawan.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026