Walaupun areal parkir kendaraan di bagian depan pasar tradisional tersebut sampai Jumat masih direnovasi, namun wisatawan asing maupun domestik terlihat mulai banyak yang berkunjung.
"Dari pagi sampai siang ya ramai begini. Turis juga mulai banyak yang datang. Itu 'bule-bule' sebagian tinggal lama di hotel sekitar sini," kata Made Darna, salah seorang pedagang sayuran yang berjualan sejak subuh, Jumat.
Pada bangunan los pasar tradisional tersebut disediakan sekitar 150 unit lapak yang telah dipenuhi pedagang sayuran, daging, ikan, dan pedagang kebutuhan dapur lainnya. Pasar seluas 52 are dan berisi 78 toko itu dimanfaatkan oleh sebanyak 350 pedagang termasuk pedagang pasar senggol.
Sementara di bagian pinggir dikelilingi deretan toko penjual aneka pakaian pantai dan lainnya, barang suvenir, toko kelontong, dan toko yang menyediakan aneka kebutuhan masyarakat lainnya.
Rahmadiana, pemerhati pasar tradisional tersebut yang tengah membantu persiapan penyelenggaraan Sanur Village Festifal 2010, mengaku gembira dengan telah beroperasinya Pasar Sindhu yang bernuansa modern.
"Dulu kondisi pasar ini kumuh dan jorok, sekarang begitu bersih, sehingga mampu menarik minat kunjungan wisatawan. Keberadaan pasar tradisional bernuansa modern ini akan mendukung penyelenggaraan festival masyarakat Sanur," ujarnya.
Pada sore hingga malam hari, areal parkir di depan pasar tersebut berubah fungsi menjadi "pasar senggol" yang dipenuhi pedagang penjual aneka makanan, sehingga menjadi tempat berkumpul banyak orang.
"Keberadaan pasar tradisional yang berfungsi ganda, sekaligus menjadi tempat mencari makanan pada sore hingga malam, menambah daya tarik Sanur. Kawasan wisata ini bisa semakin ramai," komentar Rahma, panggilan Rahmadiana.
Wali Kota Denpasar, IB Rai Darmawijaya Mantra, yang sering berolahraga pagi dengan bersepeda dari Renon ke Pasar Sindhu, berharap para pedagang dan pengelola bersama masyarakat sekitar mampu menjaga kebersihan pasar tersebut.
Ketika ditemui di kediaman pribadinya, Rai D. Mantra berharap keberadaan salah satu pasar tradisional yang telah berhasil dibenahi itu mampu menambah keragaman obyek wisata, selain menjadi contoh dalam pembenahan pasar lainnya.
"Kami ingin pasar tradisional bisa bertahan di tengah gencarnya ekspansi pasar modern. Salah satu caranya ya harus dibenahi hingga pengunjung merasa nyaman untuk berkunjung dan berbelanja," ujarnya.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.