Denpasar (Antara Bali) - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Bali merancang lima fokus pemasaran sebagai strategi promosi pariwisata yang tersegmentasi.
     
"Selama ini promosi tidak efektif. Cenderung dilakukan secara parsial berdasarkan wilayah, dalam konteks instansi, dan mereka jalan sendiri-sendiri," kata Ketua BPPD Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, dalam sebuah diskusi kebijakan promosi pariwisata di Bank Indonesia Denpasar, Senin.
     
Menurut dia, hal tersebut menyebabkan promosi pariwisata Pulau Dewata salah arah karena tidak dilakukan sesuai dengan karakteristik budaya yang ditonjolkan namun cenderung ke hal yang lebih artifisial.
     
Dewan Penentu Kebijakan Bidang Pariwisata BPPD Bali, Ngurah Wijaya menambahkan bahwa lima segmen pariwisata tersebut di antaranya wisata olahraga atau "sport tourism", MICE atau "meeting, insentive, conference, dan exhibition", wisata kreatif, wisata "leisure", dan wisata silver atau khusus bagi wisatawan pensiunan.
     
"Wisata olahraga tak hanya untuk profesional saja tetapi bisa juga berpotensi bagi olahraga yang amatir," ujarnya.
     
Dia menjelaskan bahwa untuk wisata MICE diharapkan mampu merebut 20-25 persen pasar pariwisata di Pulau Dewata. Apalagi banyaknya kegiatan berskala internasional dilaksanakan di Bali seperti dalam waktu dekat Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Negara Asia Pasifik (KTT APEC), Miss World, hingga pertemuan World Trade Organization (WTO) diharapkan menjadi promosi gratis bagi Indonesia dan Bali. (DWA)


Pewarta: Oleh Dewa Wiguna
: Dewa Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026