"Kematian hewan tersebut positif diracun," katanya, saat dihubungi di Jambi, Senin.
Menurut dia, kejadiannya telah berlangsung sejak minggu lalu. Namun hasil penelitian laboratorium baru diketahui baru-baru ini.
"Sampel organ hewan tersebut dibawa ke laboratorium di Bukittinggi, Sumatra Barat, dan dinyatakan terkena racun jenis "triegmin"," kata Wisnu.
Untuk memperkuat bukti penelitian di laboratorium Bukittinggi, hasilnya dikonfirmasi ke Bogor untuk dianalisa lebih lanjut, dan kesimpulan berakhir pada kondisi diracun, lanjut Wisnu. (M038)
Pewarta: Oleh Nurul Fahmy: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.