"Saya rasa keberadaan KKBM belum berperan secara optimal, padahal lembaga ini memiliki peran sebagai penyedia jasa atau sebagai lembaga pendamping bagi calon kreditur," kata I Wayan Sudja di Denpasar, Rabu.
Di sela pembukaan Kantor Cabang BPD itu, ia mengatakan, KKMB memiliki tugas strategis untuk pendampingan pada saat menyusun proposal kredit, menghubungkan ke bank dan melakukan monitoring sejak saat pencairan kredit sampai pada pelunasan kredit sesuai jangka waktu yang dijanjikan.
"KKMB memiliki peran strategis dalam upaya meyakinkan perbankan terhadap lembaga dunia usaha, utamanya dalam permodalan, dengan analisa proposal yang disodorkan kepada bank," ucapnya.
Hanya saja, kata Sudja, belum melihat kinerja KKMB secara maksimal, kemungkinan alasannya tidak ada dana operasional sehingga peran KKMB yang dibentuk melalui nota kesepahaman (MoU) sejak tahun 2000 itu tampaknya mati suri.
Sebenarnya bank sangat membutuhkan jasa konsultasi dalam upaya mendorong tumbuhnya sektor riil dari para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Ia menjelaskan, BPD Bali yang kini menyalurkan total kredit senilai Rp5 triliun, baru 25 persen dimanfaatkan untuk kredit produktif, sedangkan 75 persen masih dimanfaatkan untuk kredit konsumtif.
Tingginya kredit konsumtif yang dilayani BPD Bali diupayakan dapat ditekan, sehingga target untuk meningkatkan kredit produktif dapat tercapai.
"Kita targetkan di tahun keempat atau tahun 2014 masa jabatan saya, kredit produktif dapat ditingkatkan mencapai 40 persen," ucapnya.
Berbagai upaya untuk mencapai peningkatan produktivitas, BPD melakukan gebrakan dengan mengajak para karyawannya melakukan pelatihan-pelatihan.
"Saya mengajak semua karyawan untuk bekerja lebih optimal lagi, mengetahui perkembangan potensi yang perlu digarap, tidak seperti sekarang yang saya lihat masih pasif," kata Sudja.
Selain meningkatkan kinerja karyawan, kata dia, BPD juga membuka kantor cabang pembantu di sejumlah lokasi strategis dengan tujuan untuk menggarap potensi?potensi yang belum digali.
"Masih banyak potensi kegiatan ekonomi yang perlu digarap. Untuk itu saya ajak karyawan harus terjun ke lapangan untuk mengetahui kondisi dan keadaan di masyarakat," kata Sudja menegaskan.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.