Denpasar (Antara Bali) - Perekonomian Bali pada triwulan II/2013 tumbuh sebesar 2,18 persen dibandingkan dengan triwulan I tahun yang sama seiring dengan meningkatnya pertumbuhan beberapa sektor.

"Kecuali sektor kontruksi yang mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi)," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, I Gede Suarsa, di Denpasar, Rabu.

Pertumbuhan tertinggi pada triwulan II/2013 adalah sektor pertanian yang mencapai 3,85 persen. subsektor tanaman bahan makanan menjadi penyumbang tertinggi yang tumbuh sebesar 8,86 persen.

Hal itu erat kaitan dengan luas panen untuk beberapa komoditas, antara lain padi dan kedelai. Untuk tanaman padi terjadi peningkatan luas panen sebesar 56,57 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Gede Suarsa menambahkan bahwa peningkatan luas panen juga terjadi pada komoditi kedelai yang meningkat di atas 100 persen. Angka produksi beras pada subround II (Mei-Agustus 2013) juga diperkirakan meningkat 2,54 persen, dibanding dengan tahun sebelumnya.

Kebijakan pemerintah terhadap penggunaan komoditi buah lokal juga diyakini akan mendorong peningkatan kinerja sektor pertanian di Pulau Dewata.

Pertumbuhan pada triwulan II/2013 juga didukung oleh pertumbuhan sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR) serta sektor jasa-jasa yang meningkat masing-masing sebesar 2,33 persen dan 2,66 persen.

"Perekonomian Bali tidak bisa dilepaskan dari perkembangan sektor PHR, sebagai salah satu sektor andalan di Pulau Dewata," ujar Gede Suarsa.

Pertumbuhan sektor PHR sangat mewarnai perkembangan Bali. Naik turunnya sektor di Bali bisa dijadikan cermin perkembangan perekonomian, mengingat sumbangan sektor tersebut mencapai sekitar 30 persen. (WRA) 

Pewarta: Oleh IK Sutika
: I Gede Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026