Gianyar, Bali (ANTARA) - Bupati Gianyar Bali I Made Mahayastra apresiasi kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang telah membantu upaya penurunan angka tengkes (stunting) di kabupaten tersebut, melalui pendampingan dan pemberian edukasi kepada masyarakat.

“Stunting berturut-turut menjadi dua terbaik nasional. Ini tidak lepas dari kerja PKK. Kami bekerja maksimal, tulus dan tidak mengenal lelah,” kata Mahayastra di Gianyar, Bali, Jumat.

Bupati Gianyar memberi apresiasi kepada seluruh kader PKK, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga banjar (setingkat dusun), atas dedikasi dan kerja keras dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Gianyar.

Menurut dia, peran PKK penting karena banyak tugas dan program yang dijalankan bersentuhan langsung dengan masyarakat, bahkan mencakup berbagai bidang yang juga menjadi perhatian pemerintah.

"PKK ini tidak digaji, tetapi semangat dan kerja kerasnya mengalahkan yang bergaji,” imbuh Mahayastra.

Ia menambahkan dalam proses kemajuan Gianyar, kontribusi PKK juga terbilang besar karena beragam program pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat hingga tingkat desa, tidak terlepas dari dukungan dan keterlibatan para kader PKK.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra menambahkan momentum peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 menjadi refleksi terhadap berbagai program yang telah dilaksanakan, mengevaluasi capaian, serta memperkuat komitmen untuk terus mengabdi kepada masyarakat.

Surya Adnyani yang juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gianyar itu mengajak para kader untuk memperkuat kebersamaan dan pengabdian guna mendorong sepuluh program pokok PKK selaras dengan program pemerintah pusat yaitu Asta Cita, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Mari kuatkan 10 Program Pokok PKK, selaraskan dengan Asta Cita melalui kerja nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kader PKK boleh berganti, zaman boleh berubah, tantangan boleh semakin besar, tetapi semangat pengabdian tidak boleh berhenti,” kata dia.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting Kabupaten Gianyar turun dari 6,3 persen pada 2022 menjadi 5,4 persen pada 2024, sekaligus menjadikan daerah itu dengan angka stunting paling rendah kedua di Indonesia.

Sedangkan Kabupaten Klungkung Provinsi Bali meraih posisi pertama penurunan angka stunting di Indonesia dengan realisasi 5,2 persen.

Di Kabupaten Gianyar, tren positif itu berlanjut pada 2025, dengan prevalensi balita terindikasi stunting sebesar 3,8 persen atau 991 balita dari total 25.896 balita yang menjalani pemeriksaan kesehatan.

Sementara itu untuk level provinsi, Bali menjadi daerah dengan angka prevalensi balita stunting terendah di Indonesia dengan realisasi mencapai 8,7 persen berdasarkan hasil SSGI 2024 oleh Kementerian Kesehatan RI.

 

 



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026