Vice President Telkomsel Area Sumatera, Mirza Budiwan dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Denpasar, Kamis menyebutkan, saat ini kurang dari 10 persen BTS di wilayah Aceh dan Sumatera Utara mengalami kendala akibat gempa tersebut. Walaupun demikian, secara umum cakupan layanan masih berfungsi dengan baik.
Informasi BMKG menyebutkan, gempa tektonik berkekuatan 7,2 SR terjadi pada Rabu (7/4) pukul 05.15 WIB dengan titik gempa berada di 2.33 LU-97.02 BT atau 75 Km Tenggara Sinabang – Nanggroe Aceh Darussalam pada kedalaman 34 Km. Gempa itu getarannya juga dirasakan di wilayah Sumatera Utara.
"Sesaat setelah terjadi gempa bumi, kami langsung berkoordinasi dengan tim kami yang berada di Aceh. Dari informasi yang kami kumpulkan tidak terjadi gangguan yang berarti yang berdampak kepada layanan Telkomsel," ujarnya.
Guna menjaga performansi jaringan, Telkomsel telah mendatangkan mobil genset dari beberapa wilayah sekitar, serta melengkapi BTS dengan baterai rechargeable yang kuat menyuplai catudaya hingga 4 jam. Selain itu Telkomsel juga terus berkoordinasi dengan PLN, BMKG, dan Telkom serta memastikan pasokan BBM untuk kontinyuitas pengoperasian jaringan.
Telkomsel juga telah membuka posko pelayanan agar masyarakat bisa menikmati layanan telepon umum gratis dan pelayanan pelanggan. Posko telepon gratis ditempatkan di pusat kota Sinabang di Desa Suka Karya dan juga di ruang layanan GraPARI Banda Aceh.
Dari jumlah BTS di Sumut dan NAD, yaitu lebih dari 3.100 BTS 2G, dan lebih dari 370 BTS 3G, dapat dikatakan layanan Telkomsel di Aceh dan Sumatera Utara pada umumnya berjalan normal, sehingga tidak terjadi gangguan yang berarti. Hingga saat ini, kondisi jaringan Telkomsel berada pada level 99 persen dan secara bertahap akan ditingkatkan menjadi seperti sedia kala.
"Kami berharap masyarakat Aceh dan Sumatera Utara tetap dapat memanfaatkan layanan Telkomsel dalam keadaan penting seperti ini, dan kami tetap akan concern untuk meningkatkan layanan kami demi kenyamanan pelanggan," tutur Mirza.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.