Tokyo (ANTARA) - Kota Nagasaki di Jepang, Ahad, memperingati 81 tahun serangan bom atom oleh Amerika Serikat pada Perang Dunia II di tengah perdebatan sengit tentang deterensi nuklir yang menegaskan kembali pentingnya seruan penolakan terhadap senjata nuklir.

Dalam upacara peringatan serangan yang terjadi pada 9 Agustus 1945 tersebut, Wali Kota Nagasaki Shiro Suzuki akan mendesak para pemimpin dunia agar berjuang mewujudkan pelucutan senjata nuklir.

Ia menekankan bahwa umat manusia tidak dapat hidup berdampingan dengan senjata nuklir.

Nagasaki akan mengheningkan cipta pada pukul 11.02 siang waktu setempat, bertepatan dengan waktu bom atom "Fat Man" dijatuhkan pesawat pengebom AS dan meledak di langit Nagasaki.

Serangan tersebut terjadi tiga hari setelah bom nuklir pertama dijatuhkan di Hiroshima. Dengan demikian, Nagasaki menjadi kota kedua dan terakhir yang pernah menjadi korban serangan bom nuklir.

Perdana Menteri Sanae Takaichi akan menyampaikan sambutan dalam upacara peringatan, sementara pernyataan dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga akan dibacakan.

Serangan nuklir terhadap Nagasaki diyakini menewaskan 74.000 orang hingga akhir 1945 dan menimbulkan dampak kesehatan permanen bagi banyak korban lainnya.

Jepang menyerah kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945, sehingga mengakhiri Perang Dunia II.



Pewarta: Nabil Ihsan
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026