Denpasar (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memperkuat strategi digitalisasi untuk mendukung geliat ekonomi Pulau Dewata melalui pasar rakyat digital hingga mempertemukan pelaku usaha dengan mitra.
“Kami akselerasi pertumbuhan ekonomi Bali melalui penguatan digitalisasi dan sinergi,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja di sela Bali Digital Inovation (Baligivation) 2026 di Denpasar, Bali, Selasa.
Ia menjabarkan tiga program dalam ajang tahunan itu yakni melakukan kompetisi antarbank untuk mengakselerasi digitalisasi pasar, kecepatan dalam penyaluran kredit kepada pelaku pasar, serta inovasi dalam program pasar rakyat Bali go digital.
Kedua, program banjar (setingkat dusun) digital berkolaborasi dengan desa adat melalui edukasi hingga menggunakan digitalisasi untuk penerimaan retribusi dan pembayaran iuran.
Ketiga, lanjut dia, mempertemukan pelaku usaha dengan mitra strategis (business matching) untuk menjawab tantangan ekonomi khususnya pemasaran.
Menurut dia, digitalisasi kini menjadi transformasi utama (game changer) untuk katalisator pertumbuhan ekonomi.
Transformasi digital nasional diprakirakan semakin meningkat menyusul pergeseran preferensi transaksi masyarakat menuju digital yang ditopang oleh meningkatnya partisipasi ekonomi Gen Y, Z, dan Alpha dan prospek ekonomi yang terus membaik.
Bank sentral itu mencatat pertumbuhan ekonomi Bali pada 2025 tumbuh mencapai 5,82 persen di atas nasional dan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Adapun sektor pariwisata yang mencakup akomodasi, makanan dan minuman, transportasi dan perdagangan menjadi tulang punggung ekonomi Bali seiring kunjungan wisatawan di Bali yang meningkat dan pada 2025 mencapai 6,9 juta.
Pertumbuhan sektor pariwisata itu didukung inflasi terkendali yang mencapai 2,81 persen pada Maret 2026.
“Tahun 2026 kami optimistis ekonomi Bali bisa bangkit dan bersinar. Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi Bali 5,5 hingga 5,9 persen atau bahkan bisa mencapai enam persen,” katanya menambahkan.
Sementara itu, pengguna sistem pembayaran berbasis digital berbasis kode bar atau Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) ada 1,08 juta gerai UMKM atau tumbuh 18,5 persen.
Kemudian, ada 1,1 juta pengguna QRIS di Bali dengan total volume transaksi pada 2025 sebanyak 172,73 juta kali dengan nilai Rp25 triliun.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026