Denpasar (Antara Bali) - Kota Denpasar, Bali mengalami deflasi sebesar 0,08 persen selama bulan Maret 2010, lebih rendah dari tingkat nasional yang mencapai 0,14 persen.
"Laju inflasi tahun kelender Januari-Maret 2010 sebesar 1,42 persen dan laju inflasi 'year on year', yakni Maret 2010 terhadap Maret 2009 sebesar 3,64 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ida Komang Wisnu di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh menurunnya indeks pada kelompok barang dan jasa.
Kelompok tersebut meliputi bahan makanan turun 1,22 persen, kelompok sandang 0,36 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,16 persen.
Ida Komang Wisnu menambahkan, kelompok barang dan jasa yang mengalami kenaikan indeks meliputi kelompok makanan jadi, rokok, tembakau sebesar 0,78 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,22 persen, kelompok kesehatan 0,99 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,02 persen.
Beberapa komoditi mengalami penurunan harga antara lain bahan makanan, makanan jadi seperti beras, cabe rawit, tongkol pindang, sawi hijau, cabe merah, daging ayam ras, cekalang, cumi-cumi dan gula pasir.
Komang Wisnu menjelaskan, dari 66 kota di Indonesia yang menjadi sasaran servei, 47 kota di antaranya mengalami deflasi dan 19 kota inflasi.
Denpasar menempati urutan ke dua dari 47 kota di Indonesia yang mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Sibolga 0,96 persen dan terendah di Jambi 0,05 persen.
Dari 19 kota yang mengalami inflasi, tertinggi terjadi di Singkawang yang mencapai 3,55 persen dan inflasi terendah di Kendari 0,01 persen, tutur Ida Komang Wisnu.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.