Gilimanuk, Bali (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengerahkan 35 kapal yang beroperasi 24 jam untuk melayani pemudik yang menyeberangi Selat Bali.
"Saat normal kapal yang beroperasi sebanyak 28 kapal. Saat ini kami tambah sehingga menjadi 35 kapal," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale dalam siaran pers yang diterima di Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Minggu.
Untuk mempercepat pengangkutan kendaraan dan penumpang dari Pelabuhan Gilimanuk, ASDP memberlakukan pola tiba-bongkar-berangkat terhadap enam kapal.
Dengan pola tersebut, menurut dia, enam kapal yang sandar di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi hanya membongkar muatan tanpa mengisi lagi dan langsung kembali ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.
Lebih lanjut ia mengatakan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk juga didukung 17 dermaga aktif, terdiri dari sembilan dermaga di Pelabuhan Ketapang (4 MB, 3 LCM, 1 ponton, 1 Bulusan) dan delapan dermaga di Pelabuhan Gilimanuk (4 MB dan 4 LCM).
"Khusus dermaga LCM difokuskan melayani kendaraan logistik untuk menjaga kelancaran distribusi barang, sekaligus memisahkan arus kendaraan besar dengan kendaraan penumpang," katanya.
Peningkatan jumlah kendaraan yang menuju Pelabuhan Gilimanuk saat ini, kata dia, terjadi seiring tingginya mobilitas masyarakat dan kendaraan logistik yang hendak menyeberang menjelang penutupan layanan penyeberangan saat Nyepi pada tanggal 18-20 Maret 2026.
“ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa," katanya.
Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko mengatakan berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam, pada Sabtu (14/3), pukul 00.00 WIB hingga pukul 23.59 WIB, tercatat 234 trip kapal beroperasi melayani penyeberangan dari Bali menuju Jawa, dengan jumlah penumpang mencapai 54.652 orang, naik 8,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Untuk kendaraan roda dua, menurut dia, yang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang sebanyak 10.733 unit atau naik 37,5 persen.
"Sementara kendaraan roda empat 4.610 unit atau naik 0,7 persen dibandingkan tahun lalu," katanya.
Sementara itu untuk kendaraan logistik, tercatat 1.986 unit truk atau naik 2,3 persen dan bus 503 unit atau turun 22,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pantauan di lapangan Minggu sore, antrian panjang kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali masih terjadi.
Pewarta: Rolandus Nampu/Gembong IsmadiEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026