Denpasar (ANTARA) -
Pertamina Patra Niaga melakukan rehabilitasi mangrove dan ekosistem pesisir, menindaklanjuti tanaman tersebut mati secara mendadak, di kawasan Benoa, Denpasar, Bali.
“Saat ini kami dalam proses lebih lanjut upaya revegetasi,” kata Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi dalam keterangan tertulis di Denpasar, Senin.
Ia menyebutkan dalam upaya rehabilitasi ekosistem pesisir di sekitar kawasan Benoa dilakukan bersinergi bersama pihak yang berkompeten dan kelompok masyarakat di sekitar wilayah tersebut.
Menurut dia, kolaborasi juga akan dilakukan dengan para pihak yang berkompeten dalam bidang lingkungan sebagai upaya percepatan menelusuri penyebab mangrove mati mendadak itu dan strategi penyelamatan lingkungan.
BUMN bidang minyak dan gas bumi itu, akan melaksanakan pemetaan area terpapar berikut uji kualitas air laut dan sedimen mangrove.
“Sampling juga dilaksanakan sebagai bentuk inventarisasi mangrove terdampak. Hal ini dilaksanakan sebagai proses strategi rehabilitasi lingkungan terdampak,” ucapnya.
Keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam ekosistem pesisir karena selain sebagai benteng alami, juga melindungi pesisir dari erosi dan gelombang tinggi, sebagai habitat alami hewan laut serta berperan mengurangi dampak perubahan iklim.
Dalam satu dekade terakhir, pihaknya telah melaksanakan penanaman hingga 7.041 bibit mangrove yang tersebar di sejumlah tempat di Provinsi Bali.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum (APH), dan lembaga setempat yang telah turut bekerjasama hingga saat ini dalam proses pengecekan dan rehabilitasi kawasan,” ucapnya.
Pewarta: RedaksiEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026