Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 15 dolar AS, atau 1,09 persen, menjadi menetap di 1.392,0 dolar AS per ounce. Namun demikian, emas berjangka telah turun lebih dari 17 persen sejauh tahun ini.
Dolar AS melemah pada perdagangan Rabu, tergelincir terhadap euro dan yen Jepang, memberikan dukungan mendasar untuk logam mulia, menurut analis pasar. Dolar yang lebih kuat cenderung menekan harga komoditas berdenominasi dolar seperti emas.
Greenback jatuh di seluruh papan pada Rabu, memperpanjang penurunan tajam hari sebelumnya terhadap yen, karena bank sentral Jepang (BoJ) memutuskan untuk mempertahankan daripada memperluas langkah-langkah stimulus.
Sementara emas menunjukkan beberapa tanda-tanda stabilitas, pasar tetap terjebak di tengah antara tanda-tanda musiman perlambatan ekonomi AS dan prospek Federal Reserve AS untuk mulai mengurangi pembelian obligasi, kata beberapa analis. (Antara/Xinhua/ADT)
: I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.