Ritual Pekcun ditandai dengan dikirabnya sesaji yang diiringi tarian barongsay dari perkumpulan Naga Mas Kota Pekalongan.
Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan doa pada altar sesaji dan sedekah laut yang melarung sebuah replika perahu dan lomba menegakkan sebutir telur ayam di atas meja.
Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Ritual Pekcun Kota Pekalongan, Indang Wijaya, tradisi Pekcun memiliki makna seratus perahu.
"Ritual ini untuk mengenang menteri Khut Guan yang jujur dan penuh cinta kasih tetapi justru disingkirkan oleh teman sendiri dan akhirnya memilih menceburkan diri ke sungai," katanya.
Ia menceritakan kepergian menteri yang jujur tersebut mengakibatkan teman-temanya mencari di sungai dengan menggunakan ratusan perahu hingga dikenal dengan "Pekcun".
Tradisi "Pekcun" di Kota Pekalongan, kata dia, sudah menjadi agenda pariwisata yang juga diikuti oleh kelompok masyarakat lain yang berbeda agama dan kepercayaan. (LHS)
Pewarta: Oleh Kutnadi: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.