Bogor (Antara Bali) - Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca salah satunya melalui penekanan emisi gas metana enterik yang dihasilkan ternak ruminasia.

"Melalui manajemen pemberian ransum, pengaturan rasio sumber serat dan sumber protein serta penggunaan adiktif bahan inhibitor metanogenesis dapat diupayakan perbaikan dalam produksi dan mitigasi gas metana enterik pada ternak ruminansia," kata Prof Drs Amlius Thalib, Ph.D saat menyampaikan orasi dalam pengukuhannya sebagai profesor riset Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian-LIPI, di Kampus Cimanggu, Kota Bogor, Senin.

Prof Amlius mengungkapkan, kontribusi gas metana yang diemisi ternak ruminansia terhadap pemanasan global mencapai 18 persen.

Melalui pengembangan campuran aditif dan pemicu pertumbuhan bakteri dan substrat kasar yang dibentuk dalam bentuk complete rumen modifier (CRM), mampu menurunkan produksi gas metana enterik hingga 40 persen.

"Selain itu, juga mampu meningkatkan bobot badan harian hingga 47 persen serta efisiensi penggunaan pakan hingga 18 persen," kata profesor riset Kementerian Pertanian yang ke 108 ini. (WRA)


Pewarta: Oleh Laily Rahmawati
Editor : I Gede Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026