"Kondisi tersebut sedikit lebih rendah dari pertumbuhan IBS tingkat nasional pada periode yang sama sebesar 8,94 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Gede Suarsa di Denpasar, Jumat.
Secara triwulanan (q-to-q) pertumbuhan IBS sebesar 1,22 persen, dominan kontribusi dari jenis industri pengolahan lainnya (kode KLBI 32) sebesar 6,73 persen.
Selain itu sumbangan dari industri makanan (kode KBLI 10) sebesar 3,52 persen, menyusul industri kayu, barang dari kayu dan gabus, tidak termasuk furnitur dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya sebesar 3,36 persen. (M038)
Pewarta: Oleh IK Sutika: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.