Denpasar (Antara Bali) - Industri manufaktur besar dan sedang (IBS) di Bali tumbuh sebesar 8,56 persen pada triwulan I/2013 atau lebih tinggi dibandingkan triwulan IV/2012 yang hanya tercatat 5,65 persen.

"Kondisi tersebut sedikit lebih rendah dari pertumbuhan IBS tingkat nasional pada periode yang sama sebesar 8,94 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Gede Suarsa di Denpasar, Jumat.

Secara triwulanan (q-to-q) pertumbuhan IBS sebesar 1,22 persen, dominan kontribusi dari jenis industri pengolahan lainnya (kode KLBI 32) sebesar 6,73 persen.

Selain itu sumbangan dari industri makanan (kode KBLI 10) sebesar 3,52 persen, menyusul industri kayu, barang dari kayu dan gabus, tidak termasuk furnitur dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya sebesar 3,36 persen. (M038)


Pewarta: Oleh IK Sutika
: M. Irfan Ilmie

COPYRIGHT © ANTARA 2026