"Upacara Adat Labuhan Gunung Merapi ini digelar pada hari Minggu (9/6) dan Senin (10/6) di lereng Gunung Merapi. Labuhan Merapi kali ini merupakan penyelenggaraan ketiga kalinya pascaerupsi Merapi 2010," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman Untoro Budiharjo, Selasa.
Menurut dia, penyelenggaraan Labuhan Merapi masih tetap dilaksanakan secara sederhana sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Namun lokasi penyelenggaraannya bergeser kurang lebih 1,5 kilometer ke arah puncak dari sebelumnya di Alas Bedengan ke Bukit Sri Manganti seperti sebelum erupsi 2010.
"Hal ini mengingat lokasi penyelenggaraan di Bangsal Sri Manganti dinilai sudah kondusif dan layak digunakan sebagaimana saat dipimpin Mas Ngabehi Suraksohargo atau almarhum Mbah Maridjan," katanya.
Kepala Bidang Peninggalan Budaya dan Nilai Tradisi Disbudpar Sleman Aji Wulantara menjelskan bahwa rangkaian upacara adat labuhan Merapi mulai Minggu (9/6) pukul 09.00 dengan prosesi serah terima "uba rampe" labuhan dari kerabat Kraton Ngayogyakarta kepada juru kunci Merapi Kliwon Suraksohargo (naik kepangkatan dari sebelumnya Mas Lurah Suraksosihono) atau yang akrab dipanggil Pak Asih.
"Rangkaian uba rampe tersebut kemudian diarak menuju ke rumah kediaman juru kunci di Hunian Tetab Karangkendal untuk kemudian disemayamkan," katanya. (LHS)
Pewarta: Oleh Victorianus Sat Pranyoto: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.