Denpasar (Antara Bali) - Petani Bali yang tengah panen raya, sebagian besar mereka menjual padinya langsung di sawah dengan sistem tebas, sehingga tidak mungkin menyimpan gabah untuk menunggu harga yang baik.

Petani di subak Mole dan subak Sengawang Banjar Ole, Kabupaten Tabanan, misalnya menjual padinya di sawah sebelum dipanen kepada pedagang, kata Wayan Darta yang memborong padi milik petani di subak tersebut, Selasa.

Ia mengaku, membeli padi petani di sawah secara borongan berdasarkan perkiraan sesuai luas lahan dan kondisi padi tersebut.

Padi yang yang dibeli secara borongan itu kemudian dipanen dengan menggunakan tenaga buruh dari Banyuwangi, Jawa Timur.

"Tidak jarang padi yang dibelinya dengan sistem borongan di sawah itu mengalami kerugian, akibat perkiraannya yang meleset," ujar Wayan Darta yang membeli padi di sawah di berbagai tempat di Kabupaten Tabanan. (*/ADT)


Pewarta: Oleh I Ketut Sutika
: I Nyoman Aditya T I

COPYRIGHT © ANTARA 2026