Denpasar (Antara Bali) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Daerah Bali mengimbau masyarakat untuk memilih calon bupati dan calon wali kota yang peduli dengan kelestarian lingkungan.

"Saya harapkan masyarakat di Bali dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) pada 4 Mei mendatang memilih calon bupati dan calon wali kota peduli terhadap lingkungan hidup," kata Ketua Walhi Daerah Bali Anak Agung Wardana di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan, gerakan peduli lingkungan hidup sangat mendesak, karena di planet bumi ini sudah terjadi perubahan iklim akibat lingkungan semakin rusak.

"Sebagai pemimpin pemerintahan seharusnya menjadi suri teladan, sehingga masyarakat tergerak untuk melestarikan lingkungan hidup ini," katanya.

Agung Wardana mengatakan, gubernur, bupati dan wali kota adalah ujung tombak dalam memelihara lingkungan. Dengan langkah itu sudah pasti akan diikuti warga masyarakat.

"Dunia ini bisa mengalami krisis hebat kalau manusianya ceroboh dan tidak peduli terhadap lingkungan hidup," ucapnya.

Dikatakan, ada dua jenis bencana, yaitu bencana alam dan bencana yang dilakukan manusia. Yang dilakukan manusia berasal dari emisi gas rumah kaca yang berasal dari gas kendaraan, gas rumah kaca serta hutan yang terbakar.

"Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegahnya dengan memelihara hutan maupun tanaman penghijauan di sekitar rumahnya," kata Agung Wardana.

Dari pantauan, calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Geredeg dan I Made Sukarena, tampaknya mulai melanggar kesepakatan kampanye. Karena dalam kesepakatan tersebut di antaranya tidak akan memasang atribut kampanye pada pohon perindang dengan menancapkan paku.

Pemasangan pamplet tersebut sudah mulai marak di lakukan di pohon-pohon perindang di ruas Jalan Raya Besakih, di sekitar Desa Nongan, Pesaban Kecamatan Rendang.

Menanggapi kenyataan itu, kata Agung Wardana, calon bupati yang diusung Partai Golkar harus mengingatkan tim pemenangannya untuk tidak memasang atribut kampanye dengan menggunakan paku pada pohon perindang.

"Kalau itu terus berlanjut hingga selesainya kampanye 30 April mendatang, suatu bukti calon bupati/wakil bupati tak peduli lingkungan. Dan masyarakat yang komitmen peduli lingkungan hidup harus mengevaluasi untuk menentukan pilihannya pada calon bupati/wakil bupati pada pilkada mendatang," katanya.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026