Jakarta (Antara Bali) - Kementerian Perhubungan mengalokasikan anggaran hingga sebesar Rp10 miliar untuk membangun "shelter" bencana pada 2013.

"Kementerian Perhubungan mendapatkan Alokasi Anggaran Pembangunan Shelter Bencana Tahun 2013 yang direncanakan akan dibiayai menggunakan Bagian Anggaran (999) Bendahara Umum Negara (BA 999 BUN) sebesar Rp10 miliar," kata Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan dalam rilis Kemenhub yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut Menhub, usulan kegiatan prioritas Kementerian Perhubungan pada BA 999 BUN yakni pembuatan lapangan penanggulangan bencana termasuk pengawasan di Bandara Binaka Gunung Sitoli Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp4,55 miliar, dan pemotongan bukit termasuk pengawasan di Bandara Lasikin Sinabang Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebesar Rp5,45 miliar.

Ia memaparkan, kedua kegiatan yang diusulkan tersebut dimaksudkan untuk peningkatan operasional penerbangan, penambahan area terbuka dalam rangka penguatan kapasitas kesiapsiagaan dan kemudahan evakuasi serta distribusi logistik dan obat-obatan saat terjadi bencana.

Mangindaan juga mengemukakan, bandara di daerah lokasi bencana dan daerah rawan bencana harus dioptimalkan sehingga dapat melayani operasi pesawat Hercules C-130 dan pesawat berpenumpang 50 orang dalam rangka evakuasi dan distribusi bantuan obat-obatan dan logistik dengan klasifikasi landasan 3C.

Klasifikasi tersebut berarti bahwa landasan memiliki panjang antara 1400 - 1800 meter, serta dapat menjadi tempat pendaratan bagi pesawat dengan bentang sayap antara 24 - 26 meter dan jarak roda utama terluar antara 6 - 9 meter.

"Bandar udara di sekitar daerah rawan bencana jika dimungkinkan juga dapat digunakan sebagai bandar udara 'crisis center' (pusat krisis) penanganan bencana," katanya. (LHS)

Pewarta: Oleh: Muhammad Razi Rahman
: Ni Luh Rhismawati

COPYRIGHT © ANTARA 2026