Keikutsertaan itu sebagai upaya mempromosikan pariwisata dan kebudayaan Indonesia di Namibia, kata Counsellor KBRI Windhoek, Namibia, Pramudya Sulaksono kepada Antara London, Rabu.
Dalam pameran pariwisata kali ini, kata dia, stan KBRI Windhoek tampil dengan mengusung tema tersebut dengan pertimbangan, antara lain, spa masuk kategori wisata khusus, memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan spa utama di Asia, dan membangun industri spa di Nusantara.
KBRI Windhoek mengundang seorang spa therapist dari PT Pangan Sari Utama (perusahaan Hospitality Indonesia yang mengelola gedung CIF, di Luanda, Angola) untuk memperkenalkan pijatan khas Indonesia kepada para pengunjung selama pameran.
Pada kesempatan itu, KBRI menyediakan brosur mengenai spa di Nusantara yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI yang berisi informasi mengenai pelatihan Spa di Indonesia, dan beberapa brosur mengenai spa di berbagai daerah di Tanah Air.
Selain spa, lanjut dia, KBRI juga mempromosikan tujuan wisata lainnya di Indonesia melalui pemutaran film tentang keindahan alam Nusantara, penyebaran brosur tentang Indonesia dan tawaran berwisata ke Bali, bekerja sama dengan travel biro di Namibia, XL the Travel Professionals. (*/ADT)
Pewarta: Oleh Zeynita Gibbons: I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.