Denpasar (ANTARA) - Fraksi Demokrat-Nasdem DPRD Bali meminta Pemprov Bali menghentikan operasional Bus Trans Metro Dewata (TMD) rute Bandara I Gusti Ngurah Rai.
“Agar Bus Trans Metro Dewata yang dari dan menuju Bandara Ngurah Rai distop karena kurang dimanfaatkan oleh masyarakat umum,” kata Anggota Fraksi Demokrat-Nasdem I Komang Wirawan di Denpasar, Kamis.
Politisi Partai Demokrat itu mengatakan semestinya transportasi umum dengan tarif murah tersebut dimanfaatkan secara efektif dan efisien oleh warga masyarakat, sementara di rute bandara justru kebanyakan dimanfaatkan oleh wisatawan.
Dari pengaduan pelaku pariwisata yang ia tampung, Komang Wirawan memandang sebaiknya Bus TMD tidak lagi melalui rute Bandara I Gusti Ngurah Rai sehingga pelaku usaha seperti sopir lokal mendapat ruang lebih untuk mencari rejeki.
Selain rute bandara, politisi Partai Demokrat-Nasdem yang berada di DPRD Bali juga mendorong evaluasi Bus TMD jalur objek wisata Ubung-Monkey Forest, Ubud.
“Lebih baik diarahkan dari menuju Denpasar-Kampus Udayana Bukit Jimbaran dimaksimalkan, karena dengan cara ini dapat lebih dirasakan dampaknya,” ujar Komang Wirawan.
Ia meminta agar Pemprov Bali mempertimbangkan efektifitas operasional transportasi umum ini, terutama pada rute yang sepi peminat agar penggunaan dana tidak mubazir.
Beberapa saran fraksi seperti memanfaatkan bus untuk antar-jemput siswa guna mencegah siswa yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor sekaligus meringankan beban orang tua murid.
“Kelebihan dana operasionalnya bisa dialihkan untuk beli truk pengangkut sampah dan menggaji sopir, membangun stasiun pemadam kebakaran yang jaraknya tiap-tiap 2 km, dan menyediakan atau mengadakan mobil ambulans untuk keliling semacam patroli dimaksudkan untuk dapat segera menanggulangi laka lantas dan kecelakaan lainnya,” ujarnya.
Komang Wirawan bercerita saran-saran yang ia sampaikan berdasarkan pengalaman yang ia lihat ketika pergi berkunjung ke Inggris belum lama ini, sehingga menurutnya tak salah jika diterapkan di Bali.
