"Tari sakral yang diwarisi masyarakat secara turun temurun hingga sekarang tetap eksis dan lestari yang khusus dipentaskan saat piodalan di pura desa adat tersebut," kata Nurul Wulandari, mahasiswa jurusan seni tari Fakultas Seni Pertunjukkan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Jumat.
Tari Sesandaran dibawakan oleh satu kelompok yang beranggotakan tujuh orang laki-laki, masing-masing mengenakan topeng dan kostum yang khas dengan iringan instrumen musik tradisional Bali (gamelan).
Nurul Wulandar menambahkan, pagelaran tari sakral sesandaran diawali dengan proses ritual dengan kelengkapan rangkaian janur, bunga (banten) agar dapat terlaksana dengan lancar.
Tari yang selalu dipentaskan di halaman luar (jaba) pura desa adat yang dikenal sebagai objek wisata air terbesar di Bali itu dipercaya mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat setempat dari segala marabahaya. (*/M038)
Pewarta: Oleh IK Sutika: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.