Angka rata-rata penurunan jumlah makhluk ampibi di AS berjumlah 3,7 persen per tahun, terdengarnya kecil tetapi menumpuk setelah bertahun-tahun, ilmuwan dan penelitian geologi AS (USGS) pada Rabu melaporkan di dalam jurnal PLOS One.
Para ahli ilmu hayat menyadari adanya krisis makhluk ampibi secara internasional pada 1989, ketika mereka membandingkan keberadaan makhluk yang bisa hidup di air dan di darat itu dari seluruh tempat mukimnya di dunia.
Suatu penilaian global pada 2004 memperkirakan hampir sepertiga dari jenis ampibi di dunia, khususnya di AS, telah menghilang.
Penelitian terbaru di AS dan dilaporkan secara terperinci untuk pertama kali adalah mengenai analisis data berbagai ragam katak dan kadal di Amerika yang diteliti selama sembilan tahun dan dikumpulkan dari 34 lokasi, yang meliputi 48 jenis hewan tersebut.
Beritanya tidak menggembirakan. Meskipun jenis ampibi terbaik di AS, secara rata-rata setiap tahun mengalami penurunan populasi 2,7 persen, itu merupakan kondisi yang buruk karena jika penurunan berlanjut maka makhluk-makhluk tersebut dapat menghilag dari habitatnya dalam waktu enam tahun.
Para ahli memperhatikan makhluk ampibi tersebut sebagai "potongan" dari kehidupan di aliran sungai dan berdampingan dengan satwa lain. (Antara/Reuters)
: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.