"Lansia itu memiliki stigma sakit-sakitan, lemah, merepotkan dan lainnya yang jelek-jelek, jadi saya ajak lansia IKP mengubah itu menjadi lansia potensial," kata Ketua Ikatan Keluarga Pejuang (IKP) Inten Soeweno di Jakarta, Minggu.
Mantan Menteri Sosial itu menyatakan bahwa para lansia sebenarnya masih potensial dan harus menjadi mandiri, aktif dan sejahtera.
"Sebagai lansia tidak boleh berdiam diri saja," tambah Inten yang mengaku meski telah berusia 70 tahun namun ia tetap aktif melakukan berbagai kegiatan.
Diprediksi pada 2020 jumlah lansia di Indonesia mencapai 28,8 juta orang atau 11,13 persen sementara pada 2000 hanya berjumlah 14,4 juta atau 7,18 persen.
"Saya tahu pemerintah sudah mendukung dengan undang-undang tapi implementasinya masih kurang. Lansia terlantar saja ada sekitar enam juta tapi hanya sebagian kecil yang ditangani," katanya.
Pemerintah menangani lansia terlantar dengan menampung di Panti Sosial Tresna Wherda (PSTW) yang daya tampungnya terbatas. (LHS)
Pewarta: Oleh Desi Purnamawati: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.