Denpasar (Antara Bali) - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Bali, Komisaris Besar Polisi Gde Sugianyar, menyatakan, masalah keamanan Bali sebelum, selama dan sesudah Hari Suci Nyepi berada dalam kondisi baik.

"Tidak ada laporan gangguan keamanan yang menonjol yang berpotensi meluas ke sana-sini. Syukurlah semuanya cukup kondusif, terutama saat pawai ogoh-ogoh pada saat pengerupukan. Walau jalan-jalan macet dan massa berkumpul di sana-sini, tetapi aman-aman saja," katanya kepada ANTARA di Denpasar, Kamis.

Dia menyatakan, kondisi keamanan di Bali yang baik itu tidak lepas dari peran serta dan kesadaran masyarakat yang sudah semakin baik dari waktu ke waktu. "Kami sangat berterima kasih pada masyarakat yang secara langsung atau tidak langsung juga membantu tugas polisi," katanya.

Dia juga menyatakan, untuk semakin meningkatkan kualitas keamanan Bali, maka Komando Daerah Militer IX/Udayana dan Kepolisian Daerah Bali akan melaksanakan latihan pengamanan dan antiteror di Kawasan Kuta, dalam waktu dekat.

"Jadi bukan seperti kata sementara pihak, hanya karena ada rencana kedatangan Presiden Obama ke Bali ya. Ini memang telah diprogramkan, termasuk latihan antiterornya," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah mengimbau masyarakat untuk melakukan perenungan, introspeksi diri terhadap hal-hal yang telah dilaksanakan selama ini dan yang akan dilaksanakan pada masa akan datang.

"Saat Nyepi umat diajak merenung, apakah yang sudah dilakukan selama ini sudah sesuai dengan tuntunan agama Hindu atau belum," kata Pastika

Hari Suci Nyepi tahun baru saka 1932 yang jatuh pada Selasa lalu (16/3), merupakan hari suci bagi umat Hindu, sehingga hendaknya dimanfaatkan betul untuk permenungan itu sekaligus mempersiapkan diri menyongsong kehidupan baru pada tahun saka yang baru.

Nyepi yang dilaksanakan dengan Catur Brata Panyepian atau empat pantangan selama Nyepi, diharapkan gubernur supaya dijalankan dengan khidmat, khusuk dan mendalam.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026