Denpasar (Antara Bali) - Kepala Dinas Perhubungan, Informasi, dan Komunikasi Provinsi Bali, Dewa Putu Punia Asa, mengatakan kemacetan di beberapa titik kawasan Pulau Dewata ternyata berdampak merugikan secara ekonomi.

"Dampak secara ekonomi akibat kemacetan itu beragam baik yang tidak terukur maupun terukur," kata Punia di Denpasar, Senin.

Kerugian tidak terukur adalah waktu yang terbuang percuma saat di perjalanan dirasakan oleh para pengendara saat situasi jalan mengalami kemacetan.

Sedangkan kerugian yang terukur itu, seperti penggunaan bahan bakar minyak meningkat dan cepat habis, serta onderdil cepat habis sehingga harus diganti. "Secara ekonomi kerugian akibat kemacetan bisa dihitung, namun sampai sekarang kami belum melakukan kajian dan perhitungan secara mendalam," ujarnya.
    
Menurut dia, kemacetan lalu lintas masih menjadi persoalan bagi perhubungan, selain keselamatan dalam melakukan aktivitas transportasi di daerah manapun.
    
Salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan di Pulau Dewata adalah dengan membangun jalan tol di atas permukaan laut dan "underpass" simpang dewa ruci. (IGT)


Pewarta: Oleh IGK Agung W
: I Gusti Ketut Agung Wijaya

COPYRIGHT © ANTARA 2026