"Jangan sampai menjadi bupati, tetapi waktunya dihabiskan untuk urusan pemilihan gubernur. Otomatis nanti konsentrasinya melayani masyarakat akan terpecah," kata Ketua Panwaslu Bali I Made Wena di Denpasar, Rabu.
Menurut dia, kalau sedari awal proses Pilkada Bali sudah ada unsur-unsur yang kurang "fair", tentunya hasil akhir pilkada tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
"Kami juga akan melakukan pengawasan ke kabupaten-kabupaten, jangan ada kapling-kapling daerah. Kalau sudah calon yang dijagokan kalah apa nantinya masih menjadi basis calon tersebut?" ujarnya mempertanyakan.
Oleh karena itu, Wena mengajak masyarakat untuk turut mengontrol para bupati/wali kota ketika melaksanakan tugas. Masyarakat tidak benar juga jika meminta pejabat untuk hadir menyosialisasikan cagub dan cawagub pada saat jam kerja. (LHS)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.