Jakarta (Antara Bali) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan upaya pemerintah untuk menyempurnakan kurikulum pendidikan bukan hal yang mengada-ada, namun berangkat dari upaya untuk menyesuaikan dengan perkembangan kehidupan nasional dan era globalisasi.

"Pendidikan itu dinamis, termasuk kurikulumnya sehingga tidak bisa dikatakan mengada-ada kebijakan pengembangan kurikulum. Kita sesuaikan dengan perkembangan situasi," katanya saat membuka rapat kabinet terbatas bidang pendidikan di Kantor Presiden Jakarta, Selasa.

Kepala Negara mengatakan, meski demikian, perubahan kurikulum yang dilakukan pemerintah juga harus memiliki urgensi dan tujuan yang tepat dan benar.

Terkait sejumlah pandangan mengenai pembahasan Kurikulum 2013 dari masyarakat, kalangan legislatif dan juga praktisi di bidang pendidikan, Kepala Negara meminta agar pandangan tersebut diperhatikan.

"Di antara pandangan yang disampaikan adalah pandangan jangan sampai perubahan ini karena ganti menteri atau (perubahan ini dapat-red) memberikan beban pada orang tua yang kurang mampu untuk siapkan teks buku pelajaran yang baru. Pandangan itu patut didengar," katanya.

Presiden berpandangan dari laporan Wapres diperlukan adanya satu kali lagi pembahasan di tingkat kabinet agar kurikulum bisa diimplementasikan dengan baik. (LHS)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026