"Kakak saya ini bisu dan masuk dalam buku KK miskin. Ia pernah didatangi petugas survey bedah rumah, tapi yang dapat kok warga yang mampu dan bergelar insinyur," kata Ketut Katon, warga setempat, Senin.
Putu Sujana, insinyur yang dimaksudkan Katon saat dikonfirmasi membenarkan, dirinya mendapatkan program bedah rumah.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tukadaya ini mengaku, ia hanya sebagai penerima, dan tidak tahu kenapa dirinya yang memperoleh program dari pemerintah tersebut.
"Waktu petugas survey, saya sedang di Denpasar. Saya dengar kalau tidak mau menerima, jatah bedah rumah akan hangus makanya saya terima saja," katanya.(GBI)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.