Mangupura (Antara Bali) - RSUD Badung, Bali, dipersiapkan menjadi rumah sakit bertaraf internasional yang membutuhkan dana pengembangan sebesar Rp1,2 triliun.

Kepala Bappeda dan Litbang Badung Kompyang R Swandika menyampaikan hal itu saat presentasi tahap kedua di hadapan konsultan Dewinta Abadi Persada di Mangupura sebagaimana dikutip siaran pers Pemkab Badung, Senin.

Ia mengemukakan bahwa dana itu antara lain berasal dari pemerintah pusat. Untuk mendapatkan dana dari pemerintah pusat, salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi adalah mengajukan proposal dan rancangan.

"Rumah sakit bertarap internasional yang akan dibangun di daerah Kapal itu bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada pasien wisatawan mancanegara dan masyarakat umum, termasuk yang berkategori miskin," katanya.

Selain sebagai pusat pelayanan kesehatan, katanya, rumah sakit ini nantinya juga disiapkan untuk menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan bagi tenaga medis dan para medis serta untuk pelayanan korban kebakaran dan pasien HIV/AIDS.

Sementara Bupati Badung AA Gde Agung yang didampingi Ketua DPRD Badung I Made Sumer dan Wakil Bupati I Ketut Sudikerta mengatakan, dalam pengembangan dan pembangunan RSUD Badung ini harus kembali pada kearifan lokal Bali.

"Yakni dengan menerapkan filosofi Tri Hita Karana yakni menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan, manusia lainnya dan lingkungannya. Pembangunan rumah sakit bertaraf internasional ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat," katanya.

Dengan demikian, katanya, nantinya rumah sakit itu mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026