"Hal tersebut terindikasi dari kualitas turis, yang berkunjung ke Kuta, yang telah mengalami penurunan termasuk tingkah dan perilakunya," kata perwakilan Pemuda Desa Adat Kuta, I Gede Ary Astina melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Jumat.
Ary mengatakan Pemuda Desa Adat Kuta berencana menemui Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada Sabtu (16/3) untuk menyuarakan tuntutan tersebut.
Menurut Ary, sudah banyak terjadi kasus-kasus memalukan yang disebabkan oleh perilaku turis-turis yang kurang berkualitas.
Hal tersebut menurutnya, berdampak pada pemberitaan internasional yang semakin mencitrakan daerah Kuta atau Bali sebagai sebuah daerah atau pulau dimana para turis bisa melakukan hal apa saja dengan bebas.
Banyak sekali kasus-kasus yang disebabkan perilaku turis-turis yang kurang berkualitas, bisa dicari di internet. Ada turis yang menembaki taksi, buronan interpol kabur ke Bali, melakukan penusukan dengan senjata tajam, hingga melakukan hubungan seksual di Pura," kata Ary. (IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.