"Namun dari segi volume, pengiriman matadagangan bernilai seni itu berkurang 66,40 persen dari 9,15 juta lembar pada 2011 menjadi hanya 3,06 juta lembar pada 2012," kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Rabu.
Ia mengatakan, ekspor lukisan yang menembus pasaran luar negeri itu hanya yang tercatat secara resmi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.
Padahal kanvas karya seniman Bali lebih banyak yang dibeli oleh wisatawan mancanegara maupun nusantara saat berliburan di Pulau Dewata atau sebagai koleksi seni yang langsung dibawa pulang ke negaranya.
Dengan demikian hasil penjualan lukisan di masyarakat, khususnya di perkampungan seniman Ubud, nilai dan volumenya akan jauh lebih besar dibanding yang tercatat secara resmi di instansi teknis.
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.