"Sering saat petugas pemadam kebakaran sampai di lokasi, bangunan sudah habis dimakan api," kata I Putu Gede Pande, salah seorang warga Kecamatan Melaya, Selasa.
Menurut Pande, jarak yang mencapai puluhan kilometer dari kantor pemadam kebakaran di Pemkab Jembrana, menjadi penyebab utama keterlambatan petugas.
"Kalau kejadiannya di pinggir jalur Denpasar-Gilimanuk mungkin petugas lebih cepat sampai, tapi kalau sampai harus masuk ke desa-desa seringkali terlambat," ujarnya.
Harapan keberadaan armada pemadam kebakaran di kecamatan juga disampaikan Wayan Sudarma, warga lainnya.(GBI)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.