"Di Nusa Penida untuk tahun 2013 ini ada 44 rumah tangga tak mampu yang mendapat program bedah rumah. Sebelumnya sudah ada 285 unit bedah rumah diterima warga Nusa Penida," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika, pada "simakrama" atau tatap muka yang digelar di Wantilan Pura Dalem Ped, Nusa
Penida, Klungkung, Minggu (17/2).
Pastika menyatakan bahwa alokasi bedah rumah di Pulau Dewata pada tahun 2013 ini menurun yakni sekitar 1.300 unit jika dibandingkan alokasi tahun 2012 sebanyak 2.000 unit bedah rumah.
Menurunnya alokasi itu dikarenakan anggaran induk provinsi tahun 2013 terkuras untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur pada Mei mendatang.
"Anggaran induk provinsi hanya bisa untuk 1.300 rumah karena uang habis untuk Pilkada. Anggaran Pilkada mahal yang dialokasikan hampir Rp200 miliar," ujar Gubernur yang berasal dari Buleleng itu.
Sementara itu hingga saat ini tercatat 20 ribu RTM di Pulau Dewata antre di Dinas Sosial yang ingin mendapatkan salah satu program Bali Mandara itu. Tak hanya RTM di kabupaten yang dikenal banyak penduduk miskinnya bahkan warga tak mampu seperti di Kota Denpasar juga menginginkan adanya bedah rumah.
Selama periode tahun 2010-2012, tercatat 6.000 RTM telah mendapatkan perbaikan rumah, dimana setiap RTM mendapatkan bantuan dana sebesar Rp20 juta yang saat ini sudah naik menjadi Rp25 juta per unit.
"Coba dikerjakan (bedah rumah) 20-15 tahun lalu, mungkin antrean 20 ribu bisa selesai, cuman saat itu belum diperhatikan. Kalau orang melihat Badung, Gianyar, Denpasar hidup gemerlap, tetapi Nusa Penida, Kubu, Seraya, Gerokgak, dan lainnya baru ketahuan banyak yang tak mampu setelah program diluncurkan," ucapnya.
Sementara itu menjawab pertanyaan warga Nusa Penida terkait keinginan menghotmix infrastruktur jalan di pulau yang dikenal tandus itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Ketut Janapria mengatakan bahwa terkait hotmix jalan, dalam rencana detail tata ruang Nusa Penida, ruas jalan yang layak untuk di-hotmix adalah dari Desa Sakti hingga Desa Suana.
Namun persoalan mendasar adalah adanya komitmen terutama dari Pemda Klungkung karena jalan itu merupakan jalan kabupaten, agar perusahaan pembuat aspal hotmix bisa diproduksi di Nusa Penida.
"Kalau kita kirim dari daratan dengan waktu tempuh yang cukup lama, maka hotmix sudah terlebih dulu menjadi kering. Kalau ada komitemen dari kabupaten dan juga provinsi, agar perusahaan produksi hotmix itu bisa diproduksi disini (Nusa Penida)," katanya. (DWA)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.