"Garuda sangat ketat mengontrol jam terbang pilot," kata Vice President Corporate Communications PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Pujobroto, di Jakarta, Selasa.
Menurut Pujobroto, sistem pengontrolan jam terbang pilot dilaksanakan dengan mekanisme "integrated operations control system" sehingga jam terbang setiap pilot di Garuda dapat termonitor secara sistemik.
Selain itu, ujar dia, dari para pilot sendiri juga memiliki mekanisme kontrol, karena apabila mereka terbang melebihi jadwal terbang yang ditetapkan, maka pilot akan mendapat sanksi dari perusahaan.
Jadwal terbang yang telah ditetapkan dalam satu hari maksimal sembilan jam terbang, dalam satu pekan maksimal 30 jam terbang, dalam satu bulan maksimal 110 jam terbang, dan dalam satu tahun maksimal 1.050 jam terbang.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Perhubungan telah berencana untuk melarang terbang sebanyak 30 pilot dari berbagai maskapai karena dinilai telah melebihi batas terbang yang telah ditetapkan. (LHS/IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.