"Daerah kita memiliki banyak potensi wisata heritage di antaranya bangunan candi berusia ratusan tahun. Namun, kalau tidak ada kesadaran berwisata ke candi, beberapa petilasan candi di daerah ini, kami khawatir kelak keberadaannya tidak dikenal oleh generasi mendatang. Ini bisa sangat ironis," kata Tazbir di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia puluhan bangunan candi di wilayah DIY selama ini belum dikelola maksimal. Akibatnya potensi yang besar itu belum seluruhnya bisa menjadi tujuan wisata yang nantinya berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
"Ironisnya masyarakat dan wisatawan selama ini hanya mengetahui bangunan Candi Borobudur, Candi Prambanan dan sedikit Candi Ratu Boko. Padahal, DIY masih memiliki banyak bangunan kuno seperti Candi Ijo, Candi Plaosan, Candi Kundulan, Candi Kalasan dan masih banyak lagi," katanya. (*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.