Padang (Antara Bali)- Kepala SMA Negeri 2 Padang Habibul Fuadi berpendapat perubahan sistem seleksi nasional masuk perguruan  tinggi negeri (SNMPTN) berdampak baik dan memberi kesempatan lebih luas bagi siswa untuk dapat kuliah di PTN.

"Penerapan sistem baru  melalui penilaian prestasi belajar siswa yang dievaluasi dari nilai rapor akan menciptakan kesempatan yang lebih luas bagi siswa agar dapat diterima di perguruan tinggi negeri," katanya di Padang, Senin.

Pihak sekolah menyambut baik perubahan cara tersebut, karena semua siswa yang lulus ujian nasional berhak untuk ikut  hanya melalui seleksi nilai rapor yang telah dikirim sekolah.

"Jika sebelumnya dalam seleksi mahasiswa baru pada perguruan tingggi negeri, calon mahasiswa harus ikut tes tertulis, maka dengan sistem yang baru ini cukup melalui nilai rapor dan tidak dikenakan biaya," kata dia.

Saat ini sekolah tengah melakukan pengisian data siswa ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang akan ditutup pada Februari.

Data yang diisikan ke PDDS akan menjadi bahan seleksi bagi perguruan tinggi untuk menerima calon mahasiswa baru.

Rektor Universitas Andalas Wery Darta Taifur  sebelumnya menyampaikan pada SNMPTN 2013  pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru pada perguruan tinggi negeri mengalami perubahan di mana semua pelajar SLTA yang lulus ujian nasional punya kesempatan untuk ikut.(LHS)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026