"Kami sama sekali tidak tahu dan baru diberitahu oleh petugas seusai kejadian penangkapan di terminal domestik Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru," ujar District Manager Garuda Indonesia Pekanbaru Irawan di Pekanbaru, Kamis.
Sehari sebelumnya, petugas keamanan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menangkap seorang calon penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 0177 dan diserahkan ke pihak kepolisian setempat.
Irawan mengatakan, pihaknya tidak diberitahu karena calon penumpang Garuda itu merupakan target pihak keamanan karena diduga terlibat dengan jaringan narkotika internasional.
Dia sempat lolos dari pemeriksaan pertama yang dilakukan aparat keamanan menggunakan sinar x dan detonator. Namun pada pemeriksaan kedua menggunakan peralatan yang sama dan lebih difokuskan memeriksa bawaan dan diri penumpang, pihak keamanan mendapati yang bersangkutan membawa sabu.
Operation Service Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Hasturman Yunus mengatakan bahwa Hardi ketahuan membawa sabu sekitar pukul 15.05 WIB saat dilakukan pemeriksaan penumpang di titik pemeriksaan keamanan kedua bandara.
"Saat itu petugas memeriksa dan menemukan dua bungkus kecil diselipkan di celana bagian depan sebelah kiri, sehingga langsung diamankan oleh petugas ke pos keamanan bandara," katanya.
Kepada wartawan pria yang berasal dari Bagan Siapi-api, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, yang sekarang berdomisili di Penjaringan, Jakarta Utara, mengaku sebagai mitra kepolisian yang sedang bertugas untuk membongkar sindikat sabu internasional. "Coba telepon pimpinan saya di Polda Metro Jaya," kata Hardi kepada petugas sambil menunjukkan kartu Tanda Mitra Polri. (*/DWA/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.