Denpasar (Antara Bali) -  Ratusan supir taksi di Bali batal melakukan unjuk rasa ke kantor gubernur di Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin, guna menuntut pencabutan izin pengoperasian 500 taksi baru.

Meski tak ada tanda-tanda kedatangan supir taksi yang telah mengoperasikan 2.282 mobil di Denpasar, kawasan wisata Sanur, Kuta dan Nusa Dua, namun aparat kepolisian hingga siang tetap berjaga-jaga di sekitar gerbang kantor gubernur.

Dari pemantauan ANTARA, aparat kepolisian berpakaian antihura hara dengan perlengkapannya terlihat terus siaga, didukung keberadaan kendaraan penyemprot pengusir masa atau "water canon" yang parkir di barat kantor gubernur.

"Sesuai perintah komandan, kami siap di tempat sejak pagi guna mengantisipasi kedatangan pengunjukrasa. Kami juga dibekali pesan untuk melakukan upaya persuasif agar tidak sampai timbul konflik," kata Agus yang siaga bersama rekan-rekannya dengan perlengkapan antihuru hara.

Walau para demonstran tidak ada tanda-tanda datang ke kantor gubernur, kata dia, namun aparat keamanan harus terus siaga guna menganatisipasi kemungkinan para supir taksi nyelonong masuk.

Para supir taksi di Bali sudah dua kali melakukan unjuk rasa menuntut agar pemerintah mencabut izin baru pengoperasian 500 taksi, dengan alasan sudah terlalu banyak mobil taksi yang beroperasi.

Gede Suprapta, seorang koordinatar aksi supir taksi, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya batal unjuk rasa ke kantor gubernur, karena semua permasalahan diserahkan kepada DPRD Bali.

"Sebelumnya kami berencana kembali mendatangi kantor gubernur, guna menanyakan tindaklanjut tuntutan tersebut kepada pihak eksekutif dan legislatif dalam melakukan kajian keberadaan taksi," katanya.

Namun demikian, kata dia, para supir taksi akan siap turun ke jalan bila hingga batas janji dari eksekutif dan legislatif untuk mengeluarkan hasil survei Januari ini tidak dipenuhi.

"Awalnya kami akan kembali datang ke kantor gubernur, namun setelah ada kabar rencana pihak eksekutif dan dewan menggelar rapat dengan mengikutsertakan perwakilan supir taksi, Selasa (19/1), maka kami urung unjuk rasa," kata Suprapta.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026